Roll Over and Die, atau yang sering disebut dengan judul panjangnya “Omae Gotoki ga Maou ni Kateru to Omouna”, mengisahkan Flum Apricot, gadis biasa yang sama sekali nggak ditakdirkan jadi pahlawan. Semua stat-nya nol. Bahkan kekuatan yang dia punya pun nggak bisa dipakai. Namun entah kenapa, dia tetap dimasukkan ke dalam party pahlawan.
Awalnya, Flum cuma berusaha bertahan. Tapi hidupnya langsung jatuh ke titik paling rendah. Jean Inteige, sang sage terkenal di party itu, menilai Flum sebagai beban. Karena itu, dia dengan kejam mengatur agar Flum dijual sebagai budak.
Keadaan makin parah saat Flum dilempar ke sarang monster. Dia dijadikan hiburan, dipersiapkan untuk dimangsa demi kesenangan tuannya. Di ambang kematian, Flum membuat pilihan nekat. Dia meraih sebuah senjata terkutuk yang seharusnya tidak disentuh siapa pun.
Namun justru dari keputusan itulah sesuatu terbangun di dalam dirinya. Kekuatan baru mulai bangkit, bercampur dengan amarah, keputusasaan, dan dendam. Sejak saat itu, Flum tak lagi berniat jadi pahlawan.
Sebaliknya, ini adalah kisah gelap tentang seorang wanita yang berjuang merebut kembali hidupnya. Dengan tangan berlumuran darah, Flum melangkah maju. Bukan demi dunia. Melainkan demi dirinya sendiri.