Eris no Seihai, yang sering dikenal sebagai The Holy Grail of Eris, berlatar dunia bangsawan yang penuh intrik. Secara umum, para bangsawan rela melakukan apa saja demi kekuasaan. Oleh karena itu, kebohongan dan manipulasi sudah dianggap wajar. Namun, House Grail justru jadi pengecualian karena menjunjung kejujuran dan integritas.
Constance Grail, putri bungsu keluarga itu, tumbuh dengan prinsip kuat. Selain itu, dia percaya selalu berbuat benar adalah kewajiban. Sayangnya, keyakinan itu runtuh saat tunangannya berselingkuh. Bahkan, wanita simpanan itu menjebaknya demi menjatuhkan Constance.
Akibatnya, saat Constance menuntut keadilan, semua orang memilih diam. Tidak ada yang mau membelanya. Namun demikian, di tengah keputusasaan itu, muncul arwah Scarlet Castiel. Scarlet lalu merasuki Constance dan membalikkan keadaan. Meski begitu, bantuan ini tidak datang tanpa konsekuensi.
Sepuluh tahun sebelumnya, Scarlet dieksekusi karena dituduh mencoba membunuh Putri Cecilia. Padahal, tuduhan itu hanyalah rekayasa. Meskipun dikenal kasar, Scarlet tidak pernah memakai racun. Sampai sekarang, dalang di balik kehancurannya masih misterius.
Karena hanya Constance yang bisa melihatnya, Scarlet menuntut satu hal. Oleh sebab itu, Constance dipaksa membantunya membalas dendam. Dari titik ini, kisah penuh intrik, pengkhianatan, dan rahasia kelam pun dimulai.